Jacuzzi Boys – Glazin’

Cold beer, wanita, fun, bad boys !! hal itulah yang pertama terlintas pada trio lelaki slengean asal Florida ini. Yak, mereka tergabung dalam band garage rock Jacuzzi Boys. Band yang diisi oleh pemuda nakal nan ceroboh yang terdiri dari Gabriel, Danny, dan Diego ini, pada agustus 2011 silam merilis album maut bertajuk Glazin’. Album ini di prakasai oleh produksi label rekaman indie Hardly Art. Sebelumnya band ini telah melempar sejumlah EP dipasaran, namun sepertinya masih dalam tahap underrated kinerja dari band yang berasal dari Florida ini. Baru di tahun 2011 ini lah nama Jacuzzi Boys terdengar hingar bingar nya. Single “Bricks and Coconuts” masuk didalam ost film keren 50/50 yang dibintangi oleh Joseph Gordon-Levitt dan Seth Rogen. Bagi yang sudah menonton 50/50, pastinya sudah tidak asing lagi dengan track catchy diawal film ini. Lantas, ini merupakan sebuah step yang baik sebagai rising star bagi Jacuzzi Boys khususnya.

Langsung saja kembali ke album Glazin’. Di album Glazin’ memuat 10 track berbahaya yang wajib didengar. Track pertama dibuka dengan “Viscaya“, kental dengan percampuran garage serta psychedelic khas Jacuzzi  Boys. Track-track rekomendasi lainnya seperti, “Automatic Jail“, “Glazin’“, “Crush“, “Cool Vapors” juga lumayan nampol dengan efek-efek lo-fi, noise, hingga sentuhan surf pun terasa. Jadi, gue yakin Jacuzzi Boys bisa dibilang sukses dalam mencampur adukkan semua subgenre keren menjadi kesatuan yang luar biasa. Ntah mengapa, seketika gue mendengar rentetan satu album dari Jacuzzi Boys, bawaannya pasti pengen joget-joget riot sambil ngerokok sengak dihadapan orang tua gue, hahha (don’t try this fuckin at home). Tidak lupa juga, di album Glazin’ ini terdapat track yang paling ballad diantara semua track yaitu, “Koo Koo with You“. Di iringi dengan genjrengan gitar bolong menyayat jiwa, pastinya bakal cocok buat kalian para pemabuk yang sedang galau dan patah hati.

Jacuzzi Boys boleh dibilang band muda berbahaya saat ini. Kemasannya sungguh 21th century rock & roll boys kalau dilihat secara seksama. Rock & roll yang disajikan mereka dapat dicerna khalayak anak-anak muda masa kini. Musik yang simple menambah kesan sisi mood yang berbeda-beda. Mulai dari cheerful, confident, fun, sampai ke rowdy pun akan muncul disetiap mood anda. Album ini wajib dimiliki oleh kalian para teenager penganut agama Ramones sebagai koleksi yang akan kalian bawa ke akhirat kelak. Dan gue yakin semisalnya Joey Ramone masih hidup, pasti beliau akan tersenyum melihat sang penerus bajingan keren seperti Jacuzzi Boys!

Summer Camp – Welcome to Condale

Summer Camp akhirnya kembali menggebrak ranah dunia musik indie Inggris. Setelah tahun lalu lumayan sukses dengan EP mereka, “Young”, Summer Camp seakan tidak mau menunggu lama lagi dalam memproduksi album mereka selanjutnya. Menelurkan album baru yang bertajuk “Welcome to Condale” yang di rilis pada akhir oktober silam. Summer Camp tetap setia berada Di bawah kendali Moshi Moshi Records yang dikenal sebagai label spesialis indie pop movement di tanah Britania Raya. Summer Camp pada album “Welcome to Condale” ini tetap konsisten pada jalurnya yaitu, Indie Pop. Yang menarik dari Indie Pop duo yang diprakasai oleh Jeremy Warmsley dan Elizabeth Sankey ini adalah sound sound unik yang mereka improvisasikan. Dentuman musik mereka membuat kita seperti berada di era 80’an kental dengan bunyi bunyi Synthesizer yang khas. Berbeda dengan band band Indie Pop kebanyakan lainnya, Summer Camp menyuguhkan sesuatu hiburan yang menarik. Pantas rasanya band ini disebut sebagai “21st-Century Alternative Pop” dengan influence dasar dari  60’s girls group serta 80’s synth pop.

Dibuka dengan track “Better Off Without You” yang memiliki beat yang catchy, lantas membuat kita ingin bergoyang goyang ala oma oma di pesta remaja muda mudi 60’an. Damn, apa yang terjadi? berada di zaman orde lama kah kita? lads, this is 2011! we’re almost forgot. Di track selanjutnya, senjata senjata beracun Summer Camp seperti “Down”, “Brian Krakow”, “I Want You”, “1988” serupa juga tak sama dengan beat beat nampol, mampu membius kita untuk tidak beranjak dari pesta. Mendengar keseluruhan dari “Welcome to Condale”, di dalam otak kita hanyalah akan terlintas bahwa Summer Camp adalah ikon anak muda di timeline waktu yang sama setara dengan Ratna & Galih, Sophan Sophian & Widyawati serta Rano Karno & Yati Oktavia (Man, i’m so serious, it is not a joke). Tak cukup itu saja, yang menjadi attention utama tentu saja tertuju pada single keren “Ghost Train”, yang sebelumnya sukses di EP Young. “Ghost Train” sangat layak apabila dipredikatkan sebagai track terbaik di dalam album “Welcome to Condale” ini. Nada harmoni serta lirik yang disampaikan Seakan membawa kita pada memori kenangan kenangan indah masa lalu dengan bergaya atribut ala anak 80’an.

Well, tentunya Summer Camp akan menjadi koleksi berharga bagi pengkolektor CD penggila Indie Pop. Sajiannya juga menarik berupa artwork band yang terpengaruh berdasarkan dari kultur remaja Amerika pada era 1960’s – 1980’s. Suara sang vokalis, Elizabeth Sankey yang begitu old skul dan teenager menjadi serangkaian kombinasi yang unik dan wajib untuk disimak. Intinya musikalitas Summer Camp tidak perlu diragukan lagi dan patut diacungi jempol. Summer Camp merupakan next big thing yang harus tetap diawasi. TRY IT! PARTY ISN’T OVER! YAPP THIS IS NOT ONLY PROM NITE EVENTS, FUCK YEAHH!

Summer Camp Condale

 

 

Black Lips – Arabia Mountain

Bagaimana yang terjadi jika sekelompok anak anak muda berandalan doyan mabuk menghajar hipster hipster yang berkeliaran dijalan? memukul kepalanya dengan botol bir hingga pecah, tentunya menarik bukan? Nah impresi  inilah yang dirasakan saat mendengar serangkain lagu lagu ciamik dari Black Lips. Baru baru ini Black Lips merilis album yang bertajuk Arabia Mountain dibawah komando Vice Records. Band asal Atlanta yang mengaku sebagai band Flower Punk ini, kembali menggebrak ranah dunia musik Indie Amerika. Setelah sukses dengan soundtrack Scott Pilgrim vs the World (pada track “O Katrina“) serta 500 Days of Summer (pada track “Bad Kids“) yang melambungkan namanya, Black Lips kembali menebar ancamannya di Arabia Mountain dengan petikan dan jeritas khas perpaduan mix Garage dan Psychedelic yang kental.

Di awal track dibuka dengan “Family Tree” yang membuat kita seakan akan menuju titik mabuk ingin menghajar seseorang, akan tetapi sang ibu sudah menghajar kita duluan didepan pintu rumah (damn, we got totally high mate!). Tak hanya itu saja, di album Arabia Mountain juga terdapat single single keren yang layak didengar seperti “Go Out and Get It“, “New Direction“, “Raw Meat“, “Bicentennial Man” seolah sang frontman sekaligus bajingan utamanya, Jared Swilley memberitahu kepada kita seperti apa Garage Rock kemasan modern itu. Di album Arabia Mountain ini juga terdapat track pamungkas andalan mereka, yaitu “Modern Art“. “Modern Art” benar benar suguhan track menarik yang akan menghajar telinga anda kemudian menimbulkan adiksi layaknya kadar alkohol yang tinggi. Dibagian ini anda akan percaya bahwa sesungguhnya Ramones itu masih ada. Ya, Black Lips merupakan reinkarnasi nyata dari the Punk Rock legend, Ramones. Yap, they’re so bloody great.

Hanya ada satu kata yang terlintas dikepala pada album ini, brilian. Dan ternyata di album ini oleh sang produser, Mark Ronson berhasil menyulap pemuda pemuda pemabuk slengean ini menjadi idola para remaja remaja Indie  di tiap track yang berbeda. Di cover image album ini juga menyajikan simbol simbol aneh seperti mencampurkan sisi arabian dan mexican. Sangat menarik ya!