Kishi Bashi – Sonderlust

K. Ishibashi atau lebih dikenal dengan Kishi Bashi merilis album ketiganya akhir September tahun ini. Album berisi 10 track ini diproduseri Kishi Bashi sendiri dan Chris Taylor (produser dan bassist Grizzly Bear).

K, biasa dia disebut, mengungkapkan bahwa album ini terlahir ketika dia berada dalam suatu kondisi yang biasa disebut oleh para musisi sebagai “kebuntuan musik” –masa dimana semua karya yang coba dibuatnya terdengar seperti sebuah ruangan kosong, menguap begitu saja. Dalam situasi psikologis seperti itu, K juga dilanda krisis dalam kehidupan pribadinya. Paska merilis 151a dan Lighght, K memang disibukan dengan tur dan kehidupan laiknya pesohor yang menurut pengakuannya cukup melelahkan dan menyita banyak waktu. Hal tersebut tentu saja memberikan pengaruh besar terhadap keluarganya.

Sonderlust terlahir dari kebuntuan dan patah hati. K menyebut album ini sebagai albumnya yang paling personal dan merangkum perjalanan musikalitasnya selama ini.

This album is straight from my soul. I questioned everything about what it means to love and desire. The difference between loving someone and being in love.

Favorit saya adalah track pembuka, m’lover. Sentuhan ukulele memberikan kesan etnik yang kental pada musiknya. Dilanjut dengan Hey Big Star yang mengajak kita untuk berdansa dengan beat yang ringan. Track ketiga adalah Hey Yeah yang dibuka oleh nuansa chiptunes, mengajak kita bernostalgia ke era 80-an. Track keempat bernuansa new wave/synthpop, Can’t Let Go, Juno judulnya, mengingatkan saya akan New Order, track berikutnya Ode to My Next Life juga tidak jauh beda karakternya dengan track keempat ini.

Sampai dengan track kesepuluh, Honeybody, saya tidak melihat niatan K untuk membuat sebuah album mono-karakter. Sonderlust terdengar seperti sebuah wadah untuk K berimprovisasi secara musikal, kaya penuh kejutan. Walaupun diklaim sebagai album yang terlahir dari konflik pribadi, Sonderlust cukup segar untuk dinikmati di pagi hari bulan Desember yang seringkali muram ini.

Sonderlust bisa didengarkan dan dibeli melalui Bandcamp player di bawah.

Kishi Bashi

Kishi Bashi

Perkenalkan K. Ishibashi atau lebih dikenal dengan nama Kishi Bashi, seorang musisi multi-instrumental yang akan merilis album debutnya April tahun ini. Musiknya segar, setidaknya itu yang saya dapat dari singlenya yang dirilis melalui COS tiga hari lalu: Bright Whites, lagunya bisa didengarkan di akhir post ini. Pada awalnya saya mengira bahwa Kishi Bashi adalah sebuah band dengan lima sampai tujuh musisi memainkan instrumennya masing-masing, ternyata Kishi Bashi adalah satu orang yang penuh bakat yang memainkan instrumen per instrumen dengan apiknya, mengaransemen semuanya menjadi sebuah musik yang unik, dan tentu saja memberikan sentuhan ajaib melalui suara vokal dan penulisan lirik yang brilian.

Dengarkan bagaimana dia memainkan violin di lagu Manchester yang juga termasuk dalam EP Room For Dream, dan bersiaplah untuk merasa kagum. Juga coba rasakan bagaimana rasanya ramuan muscik ala Ishi dalam Evalyn, Summer Has Arrived (feat. Kevin Barnes). Sang instrumentalis sebenarnya bukan musisi baru, dia adalah salah satu personil live/tour dari Of Montreal dan sebagai solois dia perna membuka beberapa konser Sondre Lerche. K. Ishibashi juga adalah penggagas Jupiter One, band yang jadi langganan pembuka konser Regina Spektor. Satu hal lagi yang membuat saya terkagum-kagum adalah Kishi Bashi berbeda dari para musisi bedroom lain, dia hanya butuh looper dan semua instrumen yang bisa dipakainya satu per satu untuk tampil live tanpa bantuan dari musisi-musisi lain. Singkat kata, debutnya patut kita tunggu! Debut album berjudul 151a (dibaca ichi-go-ichi-e) ini akan dirilis pada 10 April 2012 melalui Joyful noise.

Ikuti berita tentang Kishi Bashi di – Bandcamp | Facebook | Twitter | Website | Youtube