home Movie, The Bastard's List Quentin Tarantino

Quentin Tarantino

Quentin Jerome Tarantino, lahir di Knoxville, Tennessee, AS pada 27 Maret 1963. Sutradara, penulis naskah sekaligus aktor yang di setiap filmnya selalu menampilkan adegan di restoran ini merupakan salah satu penggiat sinema yang, menurut saya, jaminan untuk sebuah film bagus. Dialog yang dibangun Tarantino dalam film-filmnya khas, angle gambar yang tidak biasa, serta alur cerita yang aneh (baca: unik). Delapan film lepas yang pernah dia garap seringkali saya tonton ulang. Film lepas pertamanya, Reservoir Dogs (1992), yang tampil di Sundance, serta film keduanya, Pulp Fiction (1994), yang tampil di Cannes, adalah dua film yang membesarkan namanya untuk kemudian menjadi legenda berikutnya dalam dunia sinema internasional. Dan berikut, adalah lima film Tarantino yang paling saya sarankan untuk ditonton. Selamat menikmati!

Pulp Fiction (1994)

Empat cerita penuh dendam disatukan Tarantino dalam sebuah film yang sarat akan adegan kekerasan, narkotik dan seks, baik yang biasa maupun yang menyimpang. Jangan kaget, menggemari Tarantino berarti siap terbiasa akan hal-hal semacam itu. Duet eksekutor Vincent Vega dan Jules Winnfield, Marsellus Wallace sang mafia beserta istrinya yang pemadat Mia, duet Pumpkin dan Honey Bunny sang perampok, serta Butch sang petinju dan kekasih Prancisnya yang seksi Fabienne. Di akhir film, keempat cerita itu akan membuat anda berkata “Gila!”

Inglourious Basterds (2009)

Film terakhir dari sutradara yang gemar memberikan nick pada setiap karakter di filmnya ini bercerita tentang sekelompok Yahudi-Amerika pimpinan Letnan Aldo Raine yang bertugas menghabisi para Nazi serta menguliti kulit kepalanya. Sadis? Tentu saja, banyak yang bilang di film ini, Der Fuhrer jadi tidak lagi menyeramkan, kalah jauh oleh kejamnya Aldo dkk.

Reservoir Dogs (1992)

Cerita tentang satu kelompok penjahat yang gagal merampok sebuah toko berlian, sepanjang film menceritakan bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Kecurigaan satu sama lain serta satu-persatu karakter dieksploitasi Tarantino, meskipun sebenarnya sederhana tapi ditangannya film ini mampu menyita konsentrasi penonton. Darah sepanjang film, you have to deal with that.

Kill Bill vol. 1 (2003)

Lagi-lagi bercerita tentang dendam, dan tentu saja penuh kekerasan. Seorang perempuan yang Tarantino beri nama The Bride terbangun dari koma berkepanjangan dengan kenyataan bahwa bayi yang dikandungnya telah hilang. Sepanjang film, The Bride mencari orang-orang yang bertanggungjawab atas kejadian ini. Satu persatu orang yang ternyata adalah teman sekelompoknya itu dibunuh, tujuan akhirnya adalah menemukan dan menghabisi sang Boss, Bill.

Jackie Brown (1997)

Dalam Jackie Brown, sutradara yang dikenal dengan kebiasaan long take ini menceritakan konflik antara penegak hukum dan pengedar senjata ilegal. Jackie Brown adalah seorang pramugari yang terjebak di tengah-tengah kekacauan itu.

Leave a Reply