Irama Rahasia dibalik Videotape-nya Radiohead

Irama yang dibuat Yorke dan kawan-kawan tersebut membutuhkan ke-jeniusan (kalau tidak mau dibilang gila) si pembuat lagu.

Sebetulnya ini bukan klip musik dari sebuah single, melainkan sebuah video yang membahas tentang sebuah lagu. Sebuah lagu dari salah satu band terbaik sepanjang masa, Radiohead.

Di sela-sela istirahat siang kemarin, saya menemukan video ini. Dipublikasikan dalam channel berita dan opini Vox, sebuah lagu berjudul Videotape dibahas dengan gaya semi-akademis namun dengan penyampaian konteks yang tidak rumit, cukup ringan.

Videotape adalah lagu paling bontot dari album In Rainbows yang dirilis tepat 10 tahun bulan Oktober kemarin. Vox mengutip penjabaran Warrenmusic yang membahas keistimewaan lagu tersebut dengan lebih detail dan panjang, Warren menyebutkan bahwa Videotape memiliki irama yang tidak biasa, irama yang mendobrak kebiasaan-kebiasaan para music-maker dalam membuat lagu. Bukan hanya itu, irama yang dibuat Yorke dan kawan-kawan tersebut membutuhkan ke-jeniusan (kalau tidak mau dibilang gila) si pembuat lagu. Karena menurut Vox dan Warren sekaligus, irama yang mereka mainkan itu sulit, dan mereka juga memberikan buktinya.

Lebih lengkapnya lagi, silahkan tonton penjabaran Vox dalam video sepanjang 10 menit di bawah ini:

Bahasan lebih “geek” lagi dalam video Warren sepanjang 30an menit di bawah ini:

11 Album Paling Disarankan di 2011

Setidaknya ada 500 lebih album baru dirilis tahun ini, itu hanya yang tercatat di Wikipedia. Memilih 11 saja bukan perkara mudah, apalagi daftar seperti ini seringnya malah menuai kritik bahkan kadang perdebatan yang tidak seharusnya ada. Toh ini hanya soal selera. Berdasarkan jumlah play terbanyak di Songbird saya, serta tanpa mengesampingkan musisi lain yang ada di luar daftar ini, berikut adalah 10 rilis 2011 yang paling saya sarankan untuk anda dengarkan:

Bon Iver – Bon Iver

Bon Iver - Bon Iver

Mungkin kalau saya tinggal di UK atau US, saya bisa bilang “Siapa tidak kenal Bon Iver?” Tapi berhubung tinggal di Indonesia, dan pembaca Review Bastard mayoritas berasal dari Indonesia juga, maka saya akan bilang “Kalian harus kenal Bon Iver!” Justin Vernon adalah orang dibalik kesuksesan Bon Iver sejak 2007, seorang indie rocker yang membawa serta aroma folk. Will Hermes dari Rolling Stone bilang “Vernon is more than a bearded indie rocker with a taste for rural roots music. He’s a soul auteur, and he’s just getting started.” Jadi siap-siap saja, musik indah Bon Iver baru saja dimulai!

Fleet Foxes – Helplessness Blues

Fleet Foxes - Helplessness Blues

Album kedua dari enam orang Seattle ini betul-betul menguatkan pernyataan bahwa kota itu tidak pernah lelah menelurkan musisi-musisi berbakat. Helplessness Blues adalah sebuah album yang membawa kita ke awan, dengan musik harmonisnya serta vokal prima dari Robin Pecknold. Album yang kaya dengan suara-suara folk psikadelik. Seperti halnya Bon Iver, Fleet Foxes juga baru memulai.

Radiohead – The King Of Limbs

Radiohead - King of Limbs

Seberapa tidak sukanya saya dengan album ini, tetap saja masih ada di 10 album paling sering saya putar. Satu-satunya alasan kenapa saya mendengarkan album ini karena ini adalah Radiohead, kualitas musik serta bagaimana orang-orang gila ini menulis lagu tetap membuat saya takjub. Nyatanya The King Of Limbs disebut-sebut sebagai album paling kreatif dari band asal Britania Raya ini, sayangnya sebagai penggemar Radiohead yang lebih konvensional saya memilih untuk berhenti menempatkan mereka diatas semuanya sejak Kid A. Sekali lagi, ini hanya soal selera.

Feist – Metals

Sejak The Reminder, Leslie Feist berhasil menyita perhatian saya dengan suaranya yang luar biasa, belum lagi kenyataan bahwa Feist adalah seorang penulis lagu yang brilian. Untuk yang belum mengenal Feist (saya yakin tidak banyak), cari album ini dan persiapkan dirimu untuk kedatangannya di 2012 besok.

REVIEW

Cults – Cults

Cults's Cult Cover

Seorang gadis mantan vokalis dari sebuah band punk yang bertemu dengan seorang pemuda indie-folk-rock, Cults adalah album yang sangat kreatif dari dua musisi muda asal Manhattan. Tidak sabar untuk melihat dua orang ini masuk studio lagi untuk album berikutnya.

REVIEW

Adele – 21

Adele - 21

Perempuan bernama lengkap Adele Laurie Blue Adkins ini membuat saya (dan sepertinya semua orang) jatuh cinta dengan suaranya. Sejak debutnya, 18, Adele adalah salah satu musisi muda yang selalu mendapat ulasan bagus di kalangan kritikus musik. Khusus 21, ini adalah 18 ditambah 3 untuk musik yang lebih menggigit.

REVIEW

BOY – Mutual Friends

BOY - Mutual Friends

Dua gadis cantik ini akan membuat anda terpana dengan musik dan bagaimana mereka menulis lagu. Nuff said.

REVIEW

Kurt Vile – Smoke Ring For My Halo

Kurt Vile Smoke - Ring For My Halo Album Cover

Kurt Vile adalah seorang penulis lagu penuh bakat yang keluar dari kamar kecilnya dengan gitar dan dua album yang akan membuat anda terperangah. Perpaduan antara Bruce Springsteen, Lou Reed dan Bob Dylan ini siap untuk jadi penerus mereka.

REVIEW

Wilco – The Whole Love

Wilco - The Whole Love

Album pertama Wilco dengan label mereka sendiri. Para penikmat wilco sejak Being There (1996) tentu saja tahu, ini album terbaik mereka.

REVIEW

The Antlers – Burst Apart

The Antlers - Burst Apart Album Cover

Album dengan lirik-lirik jagoan. Jangan lewatkan band indie-rock ini, mereka beda dari yang sudah ada!

REVIEW

Foo Fighters – Wasting Light

Foo Fighters - Wasting Light

Album gila dari orang-orang gila! Jangan pernah melewatkan album ini, rilis terbaik di 2011, rilis terbaik Foo Fighters. Hail Dave Grohl! Saking bagusnya, saya ragu Foo bisa bikin album yang lebih bagus lagi di kemudian hari. But, hey, it’s Foo Fighters tidak seharusnya saya meragukan mereka.

REVIEW